Pada tanggal 25 April 2019, Prodi Biologi FMIPA UT menyelenggarakan seminar pakar yang berjudul Ethnopharmacology of Zingiberous Plants in Indonesia, dimana pada seminar ini dibahas mengenai potensi yang ada pada tanaman jenis Zingiberous yang ada di Indonesia berdasarkan kajian bidang ilmu etnofarmakologi. Materi pada seminar pakar ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. Saat ini beliau merupakan dosen di Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS), dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, serta dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nasional.

Professor Erna menjelaskan bahwa Indonesia, negara dengan tingkat biodiversitas organisme yang tinggi dan memiliki berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda yang tersebar di ribuan pulau, memiliki potensi yang sangat tinggi dalam hal penyediaan obat-obatan tradisional, terutama yang berdasarkan pada resep tradisional yang tersebar pada berbagai suku dan adat. Masih banyak potensi yang bisa ditelusuri terutama dalam hal pencatatan takaran atau pengklasifikasian dari banyak resep tradisional yang ada di tiap adat atau suku yang telah terbukti ampuh secara turun-temurun untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Di Indonesia, tanaman kelompok zingiberous ini lebih dikenal dengan istilah tanaman jahe-jahean yang memiliki rimpang. Beberapa contoh dari tanaman kelompok Zingiberous yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional adalah jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma domestica), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), lengkuas (Alpinia galanga), dan kencur (Kaempferia galangal) yang berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk, pusing, mual, diare hingga hepatitis.

Profesor Erna juga menceritakan tentang penelitian yang saat ini dilakukan yakni mengenai aktivitas biologi (biological activity) pada berbagai kelompok tanaman zingiberous. Biological activity merupakan istilah mengenai efek farmakologi dari suatu substansi (yang biasanya berupa obat) terhadap makhluk hidup. Studi ilmiah menunjukkan bahwa tanaman kelompok Zingiber ini memiliki aktivitas biologi, diantaranya adalah sifat antioksidan, antimikroba, dan antikanker. Pada metode penelitian mengenai sifat antioksidan, Prof. Erna menjelaskan tentang uji DPPH (2,2-diphenyl-l-picrylhydrazyl), dimana pada uji ini dapat mengukur kemampuan senyawa antioksidan yang terkandung pada ekstrak tanaman untuk mengurangi senyawa kimia radikal (yang dapat membahayakan bagi tubuh manusia) melalui transfer hidrogen. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai potensi tanaman Zingiber ottensii dan Zingiber zerumbet sebagai senyawa antikanker, dimana uji antikanker dilakukan menggunakan metode MTT assay dan uji anti-proliferasi sel.

Pada sesi tanya jawab atau diskusi bersama dengan peserta yang menghadiri seminar pakar, Professor Erna memberikan penjelasan mengenai berbagai mitos atau stigma negatif yang ada pada masyarakat mengenai tanaman tradisional dan pemanfaatannya sebagai obat-obatan. Beberapa hal yang beliau jelaskan adalah: mengenai konsumsi jamu tradisional akan tetap baik bagi kesehatan tubuh (terutama ginjal), apabila selama masih dikonsumsi pada takaran tertentu; tentang pengolahan obat-obatan yang berasal dari tanaman kelompok jahe-jahean, akan lebih aman apabila diolah secara mandiri, sehingga kontrol kualitas pada proses pembuatan tersebut dapat dipantau dengan baik; serta diskusi mengenai potensi penggunaan metode kultur jaringan untuk mendapatkan metabolit sekunder spesifik (contoh: senyawa curcumin) dengan kuantitas yang banyak, sehingga dapat dihasilkan obat-obatan tradisional dengan metode produksi yang efisien.

Foto 1: Pembukaan Acara oleh Dekan FMIPA UT, Dr. Agus Santoso, M.Si. (tengah).
Kiri:
Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. (narasumber), kanan: Dr. Hurip Pratomo, M.Si. (moderator). 

Foto 2: Paparan Materi Seminar Pakar oleh Professor Erna

Gambar 3 (atas) dan 4 (bawah): Peserta Seminar Pakar yang diselenggarakan oleh Prodi Biologi FMIPA UT tampak Mengikuti Acara dengan Seksama

Gambar 5: Dr. Yuni Tri H. (kiri-atas), Ir. Anak Agung Made Sastrawan Putra, M.A., Ed.D. (kanan-atas), dan Dra. Susi Sulistiana, M.Si. (kanan-bawah), memberikan pertanyaan pada sesi diskusi.

Gambar 6: Penyerahan Sertifikat kepada Narasumber, diberikan oleh Wakil Dekan FMIPA Bidang Keuangan dan Umum, Ir. Endang Indrawati, M.A.